Sabtu, 21 Maret 2009

Istilah Mikrobiologi

Plasmid : DNA sirkuler selain kromosom yang terdapat pada bakteri dinamakan plasmid. Jadi, plasmid merupakan DNA bakteri yang terpisah dari Kromosom bakteri. Plasmid dapat bereplikasi sendiri. Plasmid juga mengandung berbagai gen. jenis, jumlah jenis, dan jumlah tiap jenis plasmid bervariasi antar sel. Bahkan antar sel dalam satu spesies bakteri.

METANOGEN: Methanogen adalah mikroba yang dikenal dengan nama archaea dan hampir serupa dengan bakteri. Mikroba-mikroba tersebut bertanggung jawab terhadap produksi methane alami yang ada di bumi, ' 'Mikroba-mikroba tersebut menggunakan karbon dioksida untuk membuat methane, komponen terbesar dari gas alam yang mudah terbakar. Artinya, methanogen bisa digunakan untuk membuat pengganti gas alam terbarukan yang bersifat karbon netral

Mikroskop Konvokal :Dalam menghasilkan gambar yang tajam dua atau tiga dimensi dengan menggunakan cahaya, mikroskop konvokal tak tertandingi. Selain itu, mikroskop konvokal ini dapat juga digunakn untuk melihat apa yang terdapat di dalam jaringan hidup specimen

Mikroskop Fluoresens : Mikroskop fluoresens mengambil keuntungan dari sifatfluoresens, suatu kemampuan untuk menyerap gelombang cahaya yang pendek (UV) dan memancarkan gelombang cahaya panjana (terlihat). Beberapa organism secara natural berfluoresens di bawah sinar UV. Jika specimen tidak memperlihatkan sifat tersebut saat di sinari dengan ultraviolet, maka specimen diberi warna menggunakn dluorochrome. Prinsip mikroskop fluoresens adalah teknik diagnose yang disebut fluorescent-antibody (FA) techniqueatau immunofluoresence

Flagel : Bulu cambuk, berperan sebagai alat gerak bakteri

Pili : Bulu getar, berfungsi sebagai alat untuk melekat pada berbaagai permukaan

Kapsul : atau lapisan lendir. Lapisan ini menyelubungi dinding sel seluruhnya, dan merupakan suatu hasil pertukaran zat. Lendir ini memberikan perlindungan terhadap kekeringan

10 – 100s of genes : s adalah satuan Svedberg

Thermoacidophile : hidup ditempat yang suhunya tinggi (70 O C atau lebih) dan di tempat yang pHnya rendah (di tempat yang asam) atau konsentrasi belerang yang tinggi.

Halophile : didapatkan di tempat-tempat yang kadar garamnya tinggi (kadar garam 20%, seperti danau Great, laut mati) dan bersifat anaerobik.

Zat pewarna untuk bakteri : Larutan kristal violet, lugol, dan safranin

Airborne : berada di udara

Heterotrof : tidak dapat membuat makanan sendiri, kebanyakan hidupnya tergantung pada makhluk hidup yang mati (saprofit) dan pada makhluk hidup yang lain (parasit).

Mushrooms : jamur yang dapat menghasilkan badan buah besar, termasuk jamur yang dapat dimakan

Toadstools : jamur payung

Boletes : organism jamur dari golongan boletales

Yeasts : khamir

Molds : jamur yang berbentuk seperti benang-benang

Mildews : Jenis jamur yang berperan dalam pelapukan

Puffballs : Jamur basidiomycota yang tidak beracun

Stinkhorns : Jaumur daerah tropis yang berbau busuk

Sitosol (komponen sitoplasma, juga termasuk organel) : adalah cairan dalam sel, dan sebagian metabolisme sel terjadi di sini .Protein dalam sitosol berperan penting dalam jalur transduksi sinyal dan glikolisis. Sebagian besar sitosol terdiri atas air, ion terlarut, molekul kecil,dansejumlah besar molekul larut air (seperti protein). Mengandung sekitar 20-30% protein. pH sitosol manusia yang normal (sekitar) 7 (netral), sedangkan pH cairan ekstrasel 7,4.

Sitoplasma : merupakan bagian sel berupa koloid yang melarutkan berbagai macam hara (nutrien) dan tempat berlangsungnya banyak reaksi kimia untuk membentuk energi dan menyimpan energi. Sitoplasma adalah zat separuh cairan lekat dan kental dan berada di dalam membran plasma. Sitoplasma adalah bagian non-nukleus dari Protoplasma. Komponen cair sitoplasma adalah sitosol, yang termasuk ion dan makromolekul yang dapat larut, contohnya enzim. Isi tidak larut sitoplasma termasuk organel dan sitoskeleton. Walaupun semua sel memiliki sitoplasma, setiap jaringan maupun spesies memiliki ciri-ciri yang jauh berbeda antara satu dengan yang lain.

THINK LIKE A FUNGUS

How do I get food?

Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya

How can I compete?

Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu.

How can I protect myself?

Ada golongan jamur atau nbeberapa jenis jamur yang melindungi dirinya dirinya dengan mengeluarkan racun tertentu yang dinamakan mikotoksin.

What associations with other organisms are important?

Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.
Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air.

Sejarah Filogeni:

Sistem Klasifikasi Kingdom

  1. Sistem Dua kingdom

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Dikembangkan C. Linnaeus, 1735.

*Kelebihan: mampu menggolongkan dua kelompok besar mahkluk hidup di bumi berdasarkan karakter fisiknya yaitu tumbuhan dan hewan dan kedua kingdom ini merupakan kunci atau pengarah untuk model-model kingdom lainnya.

*Kelemahan: penggolongan ini masih terlalu umum dan kurang spesifik sehingga terdapat beberapa makhluk hidup lainnya yang tidak dapat digolongkan dalam kedua kingdom ini.

  1. Sistem Tiga Kingdom

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Kingdom Protista (Organisme bersel satu dan organisme multiseluler sederhana)

Dikembangkan oleh Ernst Haeckel, 1866.

*Kelebihan : organisme mikroskopis bersel satu atau multiseluler sederhana dikelompokan kedalam kingdom tersendiri dan berbeda dari animalia atau plantae, penyebabnya karena secara fisiologis, morfologisnya, dan anatomi, kingdom protista memiliki perbedaan dari kedua kingdom lainnya.

*Kelemahan : bakteri tidak dapat digolongkan ke dalam kingdom protista, karena bakteri adalah organisme mikroskopis yang tidak memiliki inti sel. Sehingga pengelompokan kingdom ini kurang sempurna.

  1. Sistem Empat Kingdom

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Kingdom Protista

Kingdom Monera

Dikembangkan oleh Herbert Copeland, 1956.

*Kelebihan : melengkapi kingdom sebelumnya, yaitu dengan mengelompokan monera sebagai kingdom tersendiri, karena organisme mikroskopis ini tidak memiliki inti sel atau termasuk jenis prokariotik dan berbeda dengan protista, animalia, dan plantae. Dengan kata lain menyempurnakan sistem sebelumnya.

*Kelemahan : masih terdapat makhluk hidup lainnya yang tidak dapat digolongkan kedalam keempat kingdom ini seperti fungi (Mycota). Mycota memiliki perbedaan karakter yang cukup unik, ukurannya bervariasi ada yang menyerupai prostista namun bukan protista, cara makan dan pencernaan berbeda dengan tumbuhan maupun hewan. Selain itu kelemahan lainnya juga terdapat pada kingdom monera karena di dalam kingdom monera masih terdapat perbedaan yang cukup berarti dalam klasifikasi kingdom.

  1. Sistem Lima Kingdom

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Kingdom Protista

Kingdom Monera

Kingdom Fungi (Dunia Jamur)

Dikembangkan oleh Robert H. Whittaker tahun 1969.

*Kelebihan : Jamur digolongkan kedalam kingdom tersendiri karena Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang binatang lakukan, atau pun membuat makanan mereka sendiri seperti yang tumbuhan lakukan melainkan mereka mengeluarkan enzim pencernaan di sekitar makanan mereka dan kemudian menyerapnya ke dalam sel. Begitu juga perbedaannya dengan monera jelas terlihat bahwa kingdom fungi merupakan jenis organisme eukariot.bukan prokariot. Dengan kata lain kingdom ini melengkapi sistem klasifikasi kingdom sebelumnya .

*Kelemahannya : Belum mampu mendefinisikan kingdom monera secara tepat sehingga didalam kelompok kingdom monera sendiri masih memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dalam hal RNA polymerase, RNA sequences, Introns, membran lipid dan lainnya.

  1. Sistem Enam Kingdom

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Kingdom Protista

Kingdom Mycota (Dunia Jamur)

Kingdom Eubacteria

Kingdom Archaebacteria

Dikembangkan oleh Carl Woese 1977.

*Kelebihan : mampu menjelaskan kingdom monera secara spesifik, sehingga memberikan informasi yang cukup signifikan bagi kingdom monera. Perbedaan yang cukup signifikan didalam kingdom monera ini melahirkan kingdom baru yaitu kingdom eubacteria dan kingdom archaebacteria. Pembagian ini berawal dari ditemukannya golongan monera archaebacteria di samudera dalam yang berbeda dengan monera lainnya (eubacteria). Analisis archaebacteria menunjukkan bahwa mereka lebih yang serupa ke eukariota dibanding para saudaranya yang prokariotik. Hal ini adalah salah satu alasan menagapa kingdom monera membela menjadi kingdom archaebacteria dan eubacteria.

*Kelemahan : pada dasarnya tidak ada, namun bagi beberapa pakar ilmuwan sering menjadi pro dan kontra, karena kingdom monera merupakan kingdom yang sudah mencakup bakteri archae dan eubacteria sehingga tidak perlu di bagi lagi.

Sistem Tujuh Kingdom

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Kingdom Protista (Protozoa)

Kingdom Chromista

Kingdom Eumycota

Kingdom Eubacteria

Kingdom Archaebacteria

Diperkenalkan oleh Cavalier-Smith tahun 1998. sistem ini dikembangkan dari sistem kingdom sebelumnya dan secara garis besar digolongkan dalam dua kelas utama prokariot dan eukariot (2 Empires, Chatton 1937) dari kedua golongan besar ini dibagi lagi, eukariot mencakup Animalia, Plantae, Protozoa (protista), Eumycota dan Chromista. Sedangkan golongan prokariot mencakup Eubacteria dan Archaebacteria.

*Kelebihan : sistem klasifikasi tujuh kingdom ini lebih adalah lebih detail. Lahir kingdom baru yaitu Chromista yang anggotanya merupakan bagian dari kingdom fungi dan protista yaitu Oomycota, Hyphochytriomycota, Bacillariophyta, Xanthophyta, Silicoflagellates, Chrysophyta, dan Phaeophyta. Golongan ini berbeda dari kingdom asalnya karena mereka meiliki klorofil a dan c, tidak menyimpan makanan sebagai kanji melainkan sebagai minyak dan umumnya menghasilkan sel dengan dua flagella yang berlainan. Karena sebagian kingdom mycota sudah digolongkan ke dalam kingdom chromista maka kingdom ini berubah menjadi kingdom eumycota. Kingdom protista lebih akrab dikenal sebagai kingdom protozoa. Klasifikasi system ini lebih sempurna dari kingdom sebelumnya.

*Kelemahan : relatif terhadap sudut pandang mana orang ingin mengelompokan organisme. Biasanya semakin besar tingkat pengklasifikasian maka makin besar pula tingkat kesulitan tetapi hasilnya lebih akurat.

Kamis, 19 Maret 2009

Lyrics

Eyes SeT to Kill
"Give You My All"


Glass hailed from the sky that night.

I couldn't hide to save my life.
Standing drenched from open wounds.
You took my hand, and pulled me through.

I want to give you everything.
Ill give you, my all, because you gave me,
You gave me your lips, a gentle kiss.
The medicine to cure my pain.

Listen to all this glass shatter.
Once peirced my ears and made them bleed.
Now it sounds so beautiful,
Because you're you're beatiful,
You're beautiful.

I want to give you everything.
Ill give you, my all, because you gave me,
You gave me your lips, a gentle kiss.
The medicine to cure my pain.

I want to give you everything.
Ill give you, my all, because you gave me,
You gave me your lips, a gentle kiss.
The medicine to cure my pain.

Minggu, 15 Maret 2009

ne ada fto wkT dKTB ma Env'squaD

di GMK S.Danau
Photobucket


Whao....kerrreeeen d'SarTi
Photobucket

menunggu Pagi,,eitz salah menunggu Ferry...hee
Photobucket

d'belakang Tempekong,,,KTB mennnnn....
Photobucket

d'GMK lagi...maklum ftox banyakkkkk.....
Photobucket

Jumat, 13 Maret 2009

Resume tugas PTAT

Air dan Air Tanah (PTAT)

Oleh : Irma Dinahkandy


1. Peranan Air dalam Kehidupan

Kehidupan, sangat bergantung pada air. Air sendiri merupakan kebutuhan dasar seluruh makhluk hidup di bumi.

Pencemaran air dapat berasal dari :

Limbah domestic : merupakan limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga, perkotaan, perkantoran dan kegiatan masyarakat domestik lainnya.

Limbah Industri : merupakan limbah yang berasal dari berbagai kegiatan industri baik industri kecil, menengah maupun besar

Limbah pertanian : limbah yang berasal dari kegiatan pertanian dan bercocok tanam oleh masyarakat.

Air di bumi sangat erat ketersediannya dengan siklus hidrologi. Siklus hidrologi sendiri adalah dimuai ketika air laut mengap karena radiasi matahari menjadi awan kemudian awan yang terjadi oleh penguapan air bergerak di atas daratan karena tertiup angin. Presipitasi yang terjadi karena adanya tabrakan antara butir butir uap air akibat desakan angin, dapat berupa hujan atau salju. Setelah jatuh ke permukaan tanah, akan menimbulkan limpasan atau runoff yang mengalir kembali ke laut. Dalam proses untuk mengalir kembali ke laut beberapa diantaranya masuk ke dalam tanah (infiltrasi) dan bergerak terus ke bawah atau perkolasi ke dalam daerah jenuh atau saturated zone yang terdapat di bawah permukan air tanah atau yang juga dinamakan permukaan freatik. Air dalam daerah ini bergerak perlahan lahan melewati akuifer masuk ke sungai atau kadang kadang langsung ke laut.

Air yang masuk ke dalam tanah atau infiltrasi member hidup kepada tumbuhan namun ada diantaranya naik keatas lewat akuifer diserap akar dan batangnya, sehingga terjadi transpirasi, yaitu evaporasi ataupenguapan lewat tumbuh-tumbuhan melalui bagian bawah daun atau stomata. Air yang tertahan di permukaan tanah atau surface detention sebagian besar masuk kesungai-sungai sebagai runoff atau surface runoff ke dalam palung sungai

Permukaan sungai dan danau juga mengaalami penguapan atau evaporasi, sehingga masih ada lagi air yang dipindahkan menjadi uap. Akhirnya, air yang tidak menguap ataupun mengalami infiltrasi lalu kembali ke laut lewat palung palung sungai. Air tanah yang bergerak jauh lebih lambat mencapai laut dengan jalan keluar melewati alur alur masuk kesungai atau langung merembes ke pantai – pantai. Dengan demikian seluruh daur telah dijalani, kemudian akan berulang kembali, sehingga jumlah air di bumi adalah tetap dan konstan

Air seiring berkembangnya zaman, semakin mengalami peningkatan pencemaran. Karena pencemaran air, di beberapa tempat air tanah mulai mengalami penuruan kualitas. Perubahan kualitas air tanah sendiri diantaranya karena rembesan limbah cair domestic, industry, maupun pertanian( seperti pestisida).

Kelangkaan air bersih diperkotaan menjadi masalah yang mengancam kesehatan masyarakat.

Kita mencemari air dan sumber air kebiasaan manusia yang tidak ada habisnya yaitu membuang sampah sembarangan. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kelangkaan dan pencemaran air dan berhemat dalam penggunaannya. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, sumber utama pencemaran di Indonesia adalah limbh domestik yang sumbernya diantaranya dapur, kamar mandi dan peturasan tinja. Apalagi jika rumah tangga tersebut tidak punya septic tank yang tidak memenuhu syarat atau langsung membuang kesungai.

Sumber pencemaran lainnya adalah limbah industri, baik industry kecil, menengah maupun besar. Industri kecil – menengah biasanya menggunakan teknologi sederhana, contohnya limbah tahu dan penyamakan kulit. Industri seperti ini biasanya banyak tapi sedkit yang mempunyai instalasi pengolahan limbah cair, sehingga potensi pencemaran air semakin besar.

Berikut proses pengolahan limbah cair industri kecil terpadu: Bahan baku pengganti mengalami proses produksi, kemudian mengeluarkan hasil prod dan hasil samping berupa limbah cair, kemudian limbah cair diberi perlakuan berupa pemisahan kemudian nantinya memasuki fasilitas pengolahan limbah cair atau limbah cair tersebut didaur ulang (dipakai kembali) yang nantinya dapat dipakai sebagai bahan baku pengganti. Kembali kepada fasilitas pengolahan limbah cair tadi, jika hasil keluarannya tidak sesuai standar maka dilakukan pemantauan baku mutu limbah cair, jika sudah sesuai standar dan cukup aman bagi lingkungan maka baru dibuang ke badan sungai atau badan air lainnya.

Industri besar wajib punya instalasi pengolahan limbah cair baik secara fisika kimia maupun biologis. Industri besar umumnya menghasilkan beragam limbah berbahaya dan beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan makhluk hidup. Tidak semua pengolahan limbah cair perlu teknologi tinggi dan canggih maupun menuntut biaya mahal maupun besar. Yang dibutuhkan adalah sistem pengelolaan limbah yang tepat dan efektif atau minimisasi limbah melalui sistem produksi bersih, misalnya sampah dikelompokkan berdasarkan jenis atau asalnya seperti sampah dapur atau makanan, sampah kertas dan karton, atau sistem produksi bersih seperti pemanfaatan limbah yang di hasilkan. Pengelolaan limbah domestic yang terbaik wajib di mulai dari lingkup terkecil yaitu diri kita sendiri, contohnya membunag sampah pada tempatnya dan menghemat penggunaan deterjen,

Untuk wilayah perkotaan yang lahannya terbatas dapat dilakukan pengelolaan limbah secara komunal, contohnya beberapa rumah dalam radius 50 meter mempunyai 1 septik tank komunal yang menampung kumpulan limbah dari rumah rumah tsb. Hal ini dapat dilakukan melalui peran masyarakat dan sistem yang terpadu.

Untuk limbah indusrti kecil menengah terdapat sistem pengolahan limbah cair meggunakan teknologi yang sederhana dan tepat guna dengan biaya yang ringan, contohnya pengolahan limbah cair dengan teknologi Chrome recovery yang dilaksanakan di Desa Sukaregang, Garut, Jawa Barat, yang menerapkan cara dengan memanfaatkan kembali limbah yang tidak terpakai.

Bagi industry besar, pengolahan limbah harus dipandang tidak sebagai beban biaya operasional Karen menjalankan industry yang berwawasan lingkungan akan menjamin kelangsungan usaha dalam jangka panjang.

Proses pengolahan limbah B3, aspek aspeknya terdiri dari jenis dan karakteristik limbah B3, proses pengolahanya, dan hasil keluarannya.

a. Jenis dan karakteristik limbah B3 diantaranya: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun(berdasarkan uji TCLP dan LD50), menyebabkan infeksi, bersifat korosif, limbah organik dan anorganik beracun.

b. Proses pengolahan: proses pengolahan dapat dengan cara fisika kima, solidifikasi dan stabilisasi, thermal, dan biologi.

c. Hasil keluaran: dapat berupa gas, cairan, padatan, yang memenuhi baku mutu emisis udara, memenuhi bakumutu limbah cair, memenuhi baku mutu limbah padatnya, memenuhi baku mutu total kadar maksimum TCLP, uji kuat tekan dan uji paint filter test, atau nantinya limbah tersebut ditimbun (landfilling).

2. Air Tanah dan Pergerakannya

Tanah dapat melewatkan air dalam berbagai cara. Pergerakan air dalam tanah sangat dipengaruhi oleh ukuran pori partikel tanah dan tekstur tanah.

Jenis tanah sendiri secara umum ada tiga yaitu sand, silt dan clay. Partikel sand merupakan yang paling besar, kemudian silt pertengahan dan yang paling kecil adalah clay.

Air mengalir dengan cepat pada makropori pada jenis tanah pasir dibandingkan dengan pori tanah pada silt. Terlebih dibanding dengan mikropori pada clay. Struktur tanah juga berdampak pada pergerakan air. Air bergerak cepat ke bawah pada struktur tanah yang partikelnya berbentuk granular disbanding dengan struktur tanah yang berbentuk pipih. Struktur lainnya diantaranya sub angular blocky dan prismatik.

Air juga mengalami berbagai bentuk pergerakan pada saat memasuki tanah. Jika tanah melewati lapisan bedrock misalnya, maka pergerakan air akan mengikuti bentuk batuan yang dilewatinya. Aliran air sendiri ada yang berbentuk kapiler dan ada yang berdasarkan gravitasi. Aliran kapiler adalah pergerakan air di dalam air tanah yang bergerak ke segala arah. Sedangkan aliran yang berdasarkan gravitasi adalah gerakan air kedalam tanah mengikuti arah gaya gravitasi, biasanya terjadi di dalam tanah yang jenuh.

Laju aliran air tanah dikendalikan oleh dua faktor yaitu hantaran hidrolik atau kemampuan tanah meneruskan air per satuan waktu, dan gradient potensial total yaitu perbedaan potensial persatuan jarak aliran.

Kamis, 12 Maret 2009

Sejarah Mikroorganisme, Teori Abiogenesis dan Biogenesis

Tugas Kelompok Mikrobiologi oleh :

Nurin Nisa Farah Diena (H1E107006)

Irma Dinahkandy (H1E107009)

Muzwar Rusadi (H1E107050)

Talitha Feby Herda Savitri (H1E107034)

Mahfuz Idafi (H1E107017)

Mona Yuliantie (H1E107203)

Rabiatul Munawarah (H1E107206)


SEJARAH MIKROORGANISME


Mikrobiologi didefenisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang organisme mikroskopis. Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani, mikros=kecil, bios=hidup dan logos=ilmu. Ilmuwan menyimpulkan bahwa mikroorganisme muncul kurang lebih 4 juta tahun yang lalu dari senyawa organik kompleks di lautan, atau mungkin dari gumpalan awan yang sangat besar yang mengelilingi bumi. Sebagai makhluk hidup pertama di bumi, mikroorganisme diduga merupakan nenek moyang dari semua makhluk hidup.

Awal mula munculnya ilmu mikrobiologi pada pertengahan abad 19 pada waktu ilmuwan telah membuktikan bahwa mikroorganisme berasal dari mikroorganisme sebelumnya bukan dari tanaman ataupun hewan yang membusuk. Selanjutnya ilmuwan menunjukkan bahwa mikroorganisme bukan berasal dari proses fermentasi tetapi merupakan penyebab proses fermentasi buah anggur menjadi anggur dapat berubah. Ilmuwan juga menemukan bahwa mikroba tertentu menyebabkan penyakit tertentu. Pengetahuan ini merupakan awal pengenalan dan pemahaman akan pentingnya mikroorganisme bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Selama awal abad 20 ahli mikrobiologi telah meneliti bahwa mikroorganisme mampu menyebabkan berbagai macam perubahan kimia baik melalui penguraian maupun sintesis senyawa organik yang baru. Hal inilah yang disebut dengan ‘biochemical diversity’ atau keanekaragaman biokimia yang menjadi ciri khas mikroorganisme. Disamping itu, yang penting lainnya adalah bahwa mekanisma perubahan kimia oleh mikroorganisme sangat mirip dengan yang terjadi pada organisme tingkat tinggi. Konsep ini dikenal dengan ‘unity in biochemistry’ yang artinya bahwa proses biokimia pada mikroorganisme adalah sama dengan proses biokimia pada semua makhluk hidup termasuk manusia. Bukti yang lebih baru menunjukan bahwa informasi genetik pada semua organisme dari mikroba hingga manusia adalah DNA.

Karena sifatnya yang sederhana dan perkembangbiakan yang sangat cepat serta adanya berbagai variasi metabilma, maka mikroba digunakan sebagai model penelitian di bidang genetika. Saat ini mikroorganisme diteliti secara intensif untuk mengetahui dasar fenomena biologi. Mikroorganisme juga muncul sebagai sumber produk dan proses yang menguntungkan masyarakat, misalnya: alkohol yang dihasilkan melalui proses fermentasi dapat digunakan sebagai sumber energi (gasohol). Strain-strain baru dari mikroorganisme yang dihasilkan melalui proses rekayasa genetika dapat menghasilkan bahan yang penting bagi kesehatan manusia seperti insulin. Sebelumnya hanya insulin yang diekstrak dari pankreas lembu yang dapat menerimanya. Sekarang, insulin manusia dapat diproduksi dalam jumlah yang tak terhingga oleh bakteri yang telah direkayasa.

Mikroorganisme juga mempunyai potensi yang cukup besar untuk membersihkan lingkungan, misal: dari tumpikan minyak di lautan atau dari herbisida dan insektisida di bidang pertanian. Hal ini dikarenakan mikroorganisme mempunyai kemampuan untuk mendekomposisi atau menguraikan senyawa kompleks. Beberapa mikroorganisme diantaranya bersifat patogen bagi manusia, hewan maupun tumbuhan. Beberapa yang lainnya dapat menyebabkan lapuknya kayu dan besi. Tetapi banyak diantaranya berperan penting dalam lingkungan sebagai dekomposer. Beberapa diantaranya digunakan dalam menghasilkan (manufacture) substansi yang penting di bidang kesehatan maupun industri makanan.

  1. PENEMUAN ANIMALCULUS

Awal terungkapnya dunia mikroba adalah dengan ditemukannya mikroskop oleh Antony van Leeuwenhoek (1632 – 1723). Mikroskop temuan tersebut masih sangat sederhana, dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek, tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang perbesarannya antara 50-300 kali. Antony van Leeuwenhoek sebenarnya bukan peneliti atau ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah sebagai ‘wine terster’ di kota Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-serat pada kain. Sebenarnya ia bukan orang pertama dalam penggunaan mikroskop, tetapi rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang penemu mikrobiologi.

Leewenhoek menggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana untuk mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata biasa. Leeuwenhoek melakukan pengamatan tentang struktur mikroskopis biji, jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil, tetapi penemuan yang terbesar adalah diketahuinya dunia mikroba yang disebut sebagai “animalculus” atau hewan kecil. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba yang sekarang diketahui sebagai protozoa, algae, khamir, dan bakteri.

Penemuan ini membuatnya lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumbuk lebih banyak lensa dan memasangnya di lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu memperbesar 200-300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil pengamatannya tersebut dan mengirimkannya ke British Royal Society. Salah satu isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1674 ia menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah bentuk batang, coccus maupun spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri. Penemuan-penemuan tersebut membuat dunia sadar akan adanya bentuk kehidupan yang sangat kecil yang akhirnya melahirkan ilmu mikrobiologi.

Penemuan Leewenhoek tentang animalculus menjadi perdebatan dari mana asal animalculus tersebut. Ada dua pendapat yang muncul, satu mengatakan animalculus ada karena proses pembusukan tanaman atau hewan, melalui fermentasi misalnya. Pendapat ini mendukung terori yang mengatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati melalui proses abiogenesis. Konsep ini dikenal dengan generatio spontanea. Pendapat ini mengatakan bahwa animalculus tadi berasal dari animalculus sebelumnya seperti halnya organisme tingkat tinggi. Pendapat atau teori ini disebut dengan biogenesis.


  1. TEORI ABIOGENESIS

Penemuan animalculus di alam, menimbulkan rasa ingin tahu mengenai asal usulnya. Menurut teori abiogenesis, animalculus timbul dengan sendirinya dari bahan-bahan mati atau terjadi secara spontan. Oleh sebab itu, paham atau teori abiogenesis ini disebut juga paham generasi spontan. Jadi, kalau pengertian abiogenesis dan generasi spontan kita gabungkan, maka pendapat paham tersebut adalah makhluk hidup yang pertama kali di bumi tersebut dari benda mati / tak hidup yang terjadinya secara spontan, misalnya :

1. Ikan dan katak berasal dari lumpur.

2. Cacing berasal dari tanah, dan

3. Belatung berasal dari daging yang membusuk.

Doktrin abiogenesis dianut sampai jaman Renaissance, seiring dengan kemajuan pengetahuan mengenai mikroba, semakin lama doktrin tersebut menjadi tidak terbukti. Aristoteles berpendapat bahwa makhluk makhluk kecil itu terjadinya begitu saja dari benda yang mati. Pendapat ini dianut pula oleh Needham, seorang pendeta bangsa Irlandia yang selama 1745-1750 mengadakan eksperimen eksperimen dengan berbagai rebusan padi-padian, daging dan lain sebagainya. Pada tahun 1745 John Needham (1713-1781) memasak sepotong daging untuk menghilangkan organisme yang ada dan menempatkannya dalam toples yang terbuka. Akhirnya ia mengamati adanya kolono pada permukaan daging tersebut. Ia menyimpulkan bahwa mikroorganisme terjadi spontan dari daging. Pendapat ini terkenal sebagai teori abiogenesis (a= tidak, bios= hidup, genesis = kejadian) atau teori generasi spontan (makhluk – makhluk baru itu terjadi begitu saja).

  1. Pembuktian ketidakbenaran dari Abiogenesis

Walaupun telah bertahan selama ratusan tahun, tidak semua orang membenarkan paham abiogenesis. Orang-orang yang ragu terhadap kebenaran paham abiogenesis tersebut terus mengadakan penelitian memecahkan masalah tentang asal usul kehidupan. Beredasarkan hasil penelitian dari orang-orang tersebut, akhirnya paham Abiogenesis / generasi spontan menjadi pudar karena paham tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Salah satu tokoh yang meragukan kebenaran teori Abiogenesis adalah Francesco Redi (1626-1697). Untuk menjawab keragu-raguannya terhadap paham abiogenesis, Francesco Redi mengadakan percobaan. Pada percobaannya Redi menggunakan bahan tiga kerat daging dan tiga toples. Percobaan Redi selengkapnya adalah sebagai berikut :

  • Stoples I : diisi dengan sekerat daging, ditutup rapat-rapat.

  • Stoples II : diisi dengan sekerat daging, dan dibiarkan tetap terbuka.

  • Stoples III : diisi dengan sekerat daging, dibiarkan tetap terbuka.

Selanjutnya ketiga stoples tersebut diletakkan pada tempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan daging dalam ketiga stoples tersebut diamati. Dan hasilnya sebagai berikut:

  • Stoples I : daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan jentik / larva atau belatung lalat.

  • Stoples II : daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva atau belatung lalat.

Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Francesco Redi menyimpulkan bahwa larva atau belatung yang terdapat dalam daging busuk di stoples II dan III bukan terbentuk dari daging yang membusuk, tetapi berasal dari telur lalat yang ditinggal pada daging ini ketika lalat tersebut hinggap disitu. Hal ini akan lebih jelas lagi, apabila melihat keadaan pada stoples II, yang tertutup kain kasa. Pada kain kasa penutupnya ditemukan lebih banyak belatung, tetapi pada dagingnya yang membusuk belatung relatif sedikit.

Lazarro Spalanzani (1729-1799) dalam tahun 1768 membantah pendapat Aristoteles dan Needham. Pada tahun 1769, Lazarro Spalanzani merebus kaldu daging selama 1 jam dan menempatkannya pada toples yang disegel/ditutup rapat menunjukkan tidak ditemukannya mikroorganisme dalam kaldu tersebut.

Adapun percoban yang yang dilakukan Spallanzani selengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Labu I : diisi air 70 cc air kaldu, kemudian dipanaskan 15oC selama beberapa menit dan dibiarkan tetap terbuka.

  • Labu II : diisi 70 cc air kaldu, ditutup rapat-rapat dengan sumbat gabus. Pada daerah pertemuan antara gabus dengan mulut labu diolesi paraffin cair agar rapat benar. Selanjutnya, labu dipanaskan.selanjutnya, labu I dan II didinginkan. Setelah dingin keduanya diletakkan pada tempat terbuka yang bebas dari gangguan hewan dan orang. Setelah lebih kurang satu minggu, diadakan pengamatan terhadap keadaan air kaldu pada kedua labu tersebut.

Hasil percobaannya adalah sebagai berikut :

  • Labu I : air kaldu mengalami perubahan, yaitu airnya menjadi bertambah keruh dan baunya menjadi tidak enak. Setelah diteliti ternyata air kaldu pada labu I ini banyak mengandung mikroba.

  • Labu II : air kaldu labu ini tidak mengalami perubahan, artinya tetap jernih seperti semula, baunya juga tetap serta tidak mengandung mikroba. Tetapi, apabila labu ini dibiarkan terbuka lebih lama lagi, ternyata juga banyak mengandung mikroba, airnya berubah menjadi lebih keruh serta baunya tidak enak (busuk).

Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Lazzaro Spallanzani menyimpulkan bahwa mikroba yang ada didalam kaldu tersebut bukan berasal dari air kaldu (benda mati), tetapi berasal dari kehidupan diudara. Jadi, adanya pembusukan karena telah terjadi kontaminasi mikroba dari udara ke dalam air kaldu tersebut.

Jadi ekperimen ini menentang teori abiogenesis. Tetapi Needham mengatakan bahwa sumber makhluk hidup tadi adalah udara dimana pada percobaan Spalanzani tersebut tidak berinteraksi langsung dengan udara. Hampir 100 tahun setelah percobaan Needham ada 2 peneliti yang mencoba memecahkan kontroversi tentang peran udara.

Franz Schulze di dalam tahun 1836 memperbaiki eksperimen Spalanzani dengan mengalirkan udara lewat suatu asam atau basa yang keras ke dalam botol yang berisi daging yang telah dimasak terlebih dahulu. Theodor Schwann di dalam tahun 1837 membuat percobaan serupa itu juga dengan mengalirkan udara lewat pipa yang dipanasi menuju kedalam botol berisi kaldu yang telah dipanasi berjam jam lamanya. Keduanya tidak menemukan adanya mikroba sebab mikroba telah mati oleh adanya asam kuat maupun oleh panas. Tetapi para pendukung teori generatio spontanea berpendapat bahwa adanya asam dan panas akan mengubah udara sehingga tidak mendukung pertumbuhan mikroba.

H. Schroeder dan Th. Von Dusch (1854) menemukan suatu cara untuk menyaring udara yang menuju kedalam botol berisi kaldu, udara itu dilewatkan suatu pipa berisi kapas yang steril. Dengan cara yang demikian ini ia tidak mendapatkan mikroorganisme baru di dalam kaldu, dan demikian tumbanglah teori abiogenesis.

  1. TEORI BIOGENESIS

Sebagian ahli menganut teori biogenesis, dengan pendapat bahwa animalculus terbentuk dari “benih” animalculus yang selalu berada di udara. Salah satu penganut teori ini adalah Louis Pasteur (1822 – 1895). Untuk mempertahankan pendapat tersebut maka penganut teori ini mencoba membuktikan dengan berbagai percobaan.

Pasteur lahir di kota Dole tahun 1822, bagian timur Perancis. Sebagai mahasiswa di Paris dia memperdalam ilmu pengetahuan. Kegeniusannya belum tampak tatkala jadi mahasiswa bahkan salah seorang mahagurunya menganggap Pasteur "sedang-sedang" saja dalam ilmu kimia. Baru sesudah dia meraih gelar Doktor di tahun 1847, Pasteur membuktikan ucapan profesornya keliru besar. Penyelidikannya tentang asam traktat (tartaric acid) pada kaca mengangkat derajatnya ke tingkat ahli kimia yang tersohor di saat umurnya baru dua puluh enam tahun.

Awalnya Pasteur merasa tertarik pada industry minuman anggur dan perubahan – perubahan yang terjadi selama proses fermentasi. Perhatiannya terhadap fermentasi inilah yang mendorongnya ikut berdebat tentang generasi spontan.

Fermentasi terjadi karena enzim, yakni zat yang dihasilkan sel hidup yang menyebabkan berlangsungnya reaksi – reaksi kimiawi tertentu. Sebagai contoh, sari buah apel atau anggur, bila dibiarkan akan meragi, hasilnya ialah alcohol dan asam. Pertanyaannya kini, apaka hasil fermentasi itu disebabkan oleh mikroorganisme yang ada dalam sari buah tadi atau sebaliknya? Yaitu jasad renik dalam sari buah itulah yang berasal dari proses fermentasi, sebagaimana dikemukakan pendukung teori abiogenesis. Secara teguh Pasteur menentang konsepsi generasi spontan dan ia menyadari bahwa kemajuan dalam penelitian tentang fermentasi tidak akan lancar sebelum konsepsi tersebut dapat dipatahkan. Karena itu ia mulai dengan menyimak secara cermat karya – karya terdahulu mengenai pokok tersebut lalu melanjutkannnya dengan merancang banyak sekali percobaan untuk mendokumentasikan fakta bahwa mikroorganisme hanya dapat timbul dari jasad renik lain (biogenesis). Dia menjadi terlibat dalam banyak perdebatan dengan lawan lawannya mengenai pokok tersebut ketika ia mneyampaikan hasil hasil percobaanya.

Untuk memastikan pendapatnya, Pasteur melakukan serangkaian eksperimen. Ia menggunakan bejana dengan leher panjang dan dibengkokkan yang dikenal dengan leher angsa. Bejana ini diisi dengan kaldu kemudian dipanaskan. Pasteur melaksanakan percobaan untuk menyempurnakan percobaan Lazzaro Spallanzani. Langkah-langkah percobaan Pasteur selengkapnya adalah sebagai berikut :

  • Langkah I : labu disi 70 cc air kaldu, kemudian ditutup rapat-rapat dengan gabus. Celah antara gabus dengan mulut labu diolesi dengan paraffin cair. Setelah itu pada gabus tersebut dipasang pipa kaca berbentuk leher angsa. Lalu, labu dipanaskan atau disterilkan.

  • Langkah II : selanjutnya labu didinginkan dan diletakkan ditempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan air kaldu diamati. Ternyata air kaldu tersebut tetep jernih dan tidak mengandung mikroorganisme.

  • Langkah III : labu yang air kaldu didalamnya tetap jernih dimiringkan sampai air kaldu didalamnya mengalir kepermukaan pipa hingga bersentuhan dengan udara. Setelah itu labu diletakkan kembali pada tempat yang aman selama beberapa hari. Kemudian keadaan air kaldu diamati lagi. Ternyata air kaldu didalam labu meanjadi busuk dan banyak mengandung mikroorganisme.

Melalui pemanasan terhadap perangkat percobaanya, seluruh mikroorganisme yang terdapat dalam air kaldu akan mati. Disamping itu, akibat lain dari pemanasan adalah terbentuknya uap air pada pipa kaca berbentuk leher angsa. Apabila perangkat percobaan tersebut didinginkan, maka air pada pipa akan mengembun dan menutup lubang pipa tepat pada bagian yang berbentuk leher. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya mikroorganisme yang bergentayangan diudara untuk masuk kedalam labu. Inilah yang menyebabkan tetap jernihnya air kaldu pada labu tadi.

Pada saat sebelum pemanasan, udara bebas tetap dapat berhubungan dengan ruangan dalam labu. Mikroorganisme yang masuk bersama udara akan mati pada saat pemanasan air kaldu. Setelah labu dimiringkan hingga air kaldu sampai ke permukan pipa, air kaldu itu akan bersentuhan dengan udara bebas. Disini terjadilah kontaminasi mikroorganisme. Ketika labu dikembalikan keposisi semula (tegak), mikroorganisme tadi ikut terbawa masuk. Sehingga, setelah labu dibiarkan beberapa beberapa waktu air kaldu menjadi akeruh, karena adanya pembusukan oleh mikrooranisme tersebut.

Pasteur juga membawa tabung tersebut ke pegunungan Pyrenes dan Alpen. Pasteur menemukan bahwa mikroorganisme terbawa debu oleh udara dan ia menyimpilkan bahwa semakin bersih/murni udara yang masuk ke dalam bejana, semakin sedikit kontaminasi yang terjadi.

Percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur banyak membuktikan bahwa teori abiogenesis tidak mungkin, tetapi tetap tidak dapat menjawab asal usul animalculus. Penemuan Louis Pasteur yang penting adalah :

  • Udara mengandung mikrobia yang pembagiannya tidak merata,

  • Cara pembebasan cairan dan bahan-bahan dari mikrobia, yang sekarang dikenal sebagai pasteurisasi dan sterilisasi. Pasteurisasi adalah cara untuk mematikan beberapa jenis mikroba tertentu dengan menggunakan uap air panas, suhunya kurang lebih 62oC. Sterilisasi adalah cara untuk mematikan mikroba dengan pemanasan dan tekanan tinggi, cara ini merupakan penemuan bersama ahli yang lain.

Gambar 6. Sketsa alat-alat percobaan untuk membuktikan ketidakbenaran generasi spontan


Salah satu argumen klasik untuk menantang biogenesis adalah bahwa panas yang digunakan untuk mensterilkan udara atau bahan juga dianggap merusak ‘vital force’. Mereka yang mendukung teori abiogenesis berpendapat bahwa tanpa adanya kekuatan vital force tersebut mikroorganisme tidak dapat muncul secara spontan. Untuk merespon argumen tersebut John Tyndall mengatakan udara dapat dengan mudah dibebaskan dari mikroorganisme dengan cara melakukan percobaan dengan meletakkan tabung reaksi berisi kaldu steril ke dalam kotak tertutup. Selama udara dalam kotak itu bebas debu, maka selama itu pula kaldu dalam tabung tetap steril. Partikel – partikel debu mengendap dan tertahan pada tabung berbentuk leher angsa yang menuju dalam kotak. Udara dari luar masuk ke dalam kotak melalui pipa yang sudah dibengkokkan membentuk dasar U seperti spiral. Terbukti bahwa meskipun udara luar dapat masuk ke dalam kotak yang berisi tabung dengan kaldu di dalamnya, namun tidak ditemukan adanya mikroba. Ini merupakan bukti bahwa mikroba terbawa oleh partikel – partikel debu. Hasil percobaan Pasteur dan Tyndall memacu diterimanya konsep biogenesis.

Teori biogenesis menyatakan :

  1. Omne vivum ex ovo = setiap makkhluk hidup berasal dari telur.

  2. Omne ovum ex vivo = setiap telur berasal dari makhluk hidup, dan

  3. Omne vivum ex vivo = setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.

Pasteur melaporkan dengan tulisan yang sangat baik hasil percobaannya ini di Universitas Sorbonne di Paris pada tanggal 7 April 1864. Labu labunya tidak menunjukkan adanya tanda – tanda kehidupan dain ia pun berkata:

karena aku telah melindunginya dari mereka, dan aku masih terus menjaganya agar terhindar dari mereka, yaitu benda yang ada diluar kekuasaan manusia untuk menciptakannya, aku telah melindungi mereka dari nutfah yang melayang layang di udara, aku telah menghindarkan mereka dari kehidupan.”

Didalam kegembiraannya, pasteur melontarkan beberapa pernyataan yang amat mengena terhadap mereka yang tidak sependapat dengannya:

Tidak ada suatu keadaan apapun sebagaimana dikenal pada masa kini yang dapat mengiakan bahwa makhluk – makhluk mikroskopis tersebut menjelma di dunia ini tanpa nutfah, tanpa induk seperti dirinya sendiri. Mereka yang menganut hal tersebut telah menjadi korban ilusi, percobaan – percobaan yang kurang cermat, dikaburkan oleh kesalahan – kesalahan yang mereka tidak sanggup melihatnya dan tidak tahu bagaimana cara menghindarinya.”

Dengan demikian terbuktilah ketidak benaran paham abiogenesis atau generation spontanea, yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang terjadi secara spontan. Selanjutnya Pasteur lebih memfokuskan penelitiannya pada peran mikroba dalam pembuatan anggur dan mikroba yang menyebabkan penyakit.

DAFTAR PUSTAKA


Dwidjoseputro, Prof. Dr. D. 1990. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan : Jakarta

Pelczar Jr, Michael J. dan Chan, E. C. S. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi 1. UI Press : Jakarta

Priyani, Nunuk. 2003. Sejarah Penemuan Mikroba. USU Digital Library : Aceh

Sumarsih, Sri. 2003. Diktat Kuliah Mikrobiologgi Dasar. UPN : Yogyakarta